JARINGAN waralaba minuman lokal, Teh Kotjok, resmi menjalin kolaborasi strategis dengan pembuat konten (content creator) sekaligus streamer Yuka Theo. Kemitraan ini ditandai dengan peluncuran dua varian menu minuman spesial, yaitu Teh Kotjok Osmanthus dan Teh Kotjok White Peach, sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat penetrasi pasar di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z.
Pemilik (Owner) Teh Kotjok, Ricky Wijaya, mengungkapkan bahwa kerja sama ini bermula dari momentum kasual yang tidak direncanakan. Yuka Theo merupakan pelanggan lama yang kedapatan sering menikmati produk Teh Kotjok, hingga akhirnya mencetuskan ide untuk menantang diri meracik varian rasa baru.
“Berawal dari keisengan tersebut, pihak Teh Kotjok menantang (challenge) Yuka. Ternyata tantangan tersebut diterima dan Yuka mengirimkan hasil racikannya. Setelah dicoba, kami merasa rasanya cocok dan memutuskan untuk melakukan kolaborasi,” ujar Ricky, Jumat (26/6/2026).
Evaluasi Pasar Tiga Bulan dan Keselarasan Rebranding
Ricky menjelaskan, keberlanjutan dari kedua menu baru ini akan dipantau secara ketat berdasarkan respons kepuasan pasar selama tiga bulan ke depan. Jika performa penjualan menunjukkan tren positif, manajemen berkomitmen untuk memasukkan varian Osmanthus dan White Peach ke dalam jajaran menu permanen (reguler).
Lebih lanjut, pemilihan Yuka sebagai kolaborator dinilai sangat selaras dengan arah transformasi perusahaan. Pasalnya, Teh Kotjok baru saja melakukan penyegaran merek (rebranding) pada tahun 2023 dengan konsep yang lebih segar (fresh) dan berjiwa muda.
“Sosok Yuka memiliki basis penggemar yang kuat di kalangan Gen Z dan dinilai sangat cocok dengan branding baru tersebut. Sebagai konsumen lama, dia juga sudah memahami karakter produk kami,” tambah Ricky.
Adapun gerai di Supermal Karawaci dipilih sebagai lokasi peluncuran perdana karena statusnya sebagai salah satu gerai tertua, sekaligus letaknya yang strategis dengan domisili basis massa pendukung Yuka.
Andalkan Karakter Teh Wangi dan Rendah Gula
Dalam kesempatan yang sama, Yuka Theo membagikan basis preferensi dan inspirasi di balik formula racikan menu terbarunya. Ia menyasar ceruk konsumen yang menyukai karakteristik minuman teh dengan sensasi aromatik yang kuat namun tidak memiliki kadar kemanisan yang berlebihan (over-sweet).
“Aku ingin teh yang tidak terlalu manis sebenarnya. Aku suka racikan Osmanthus karena wangi. Sebenarnya tidak terlalu jauh dari es teh manis, tapi dia wangi. Dan tingkat kemanisannya bisa diatur, kalau aku sendiri lebih suka bermain di less sugar,” jelas Yuka.
Peluncuran menu baru ini mendapatkan antusiasme tinggi, di mana lebih dari 200 pengunjung memadati lokasi gerai saat peluncuran. Yuka pun membuka peluang untuk meluncurkan beberapa formula resep rahasia lainnya di bawah payung proyek kolaborasi lanjutan bersama Teh Kotjok jika pasar merespons positif produk fase pertama ini. (H-2)





