TANGERANG, investortrust.id – Teh Kotjok resmi menggandeng streamer Yuka Theo dalam peluncuran dua menu minuman terbaru, yakni Teh Kotjok Osmanthus dan Teh Kotjok White Peach. Langkah itu sebagai bagian dari strategi perusahaan memperluas penetrasi pasar generasi muda, khususnya Gen Z.
Pemilik Teh Kotjok Ricky Wijaya mengatakan, kolaborasi tersebut lahir dari hubungan Yuka sebagai pelanggan lama yang kemudian diberi kesempatan meracik minuman sendiri. Hasil racikan tersebut dinilai sesuai dengan karakter produk Teh Kotjok sehingga diputuskan untuk diluncurkan sebagai menu resmi.
“Kolaborasi ini terjadi secara tidak sengaja. Yuka merupakan salah satu customer lama Teh Kotjok. Suatu hari ia datang, mencoba minuman, lalu sempat berseloroh bahwa dirinya juga bisa meracik minuman,” ujar Ricky dalam keterangan resmi, Minggu (28/6/2026).
Menurut Ricky, pihaknya kemudian memberikan tantangan kepada Yuka untuk membuat racikan minuman. Setelah melalui proses uji rasa, Teh Kotjok memutuskan menghadirkan dua menu tersebut sebagai hasil kolaborasi perdana.
Perusahaan akan mengevaluasi respons pasar selama tiga bulan ke depan sebelum memutuskan apakah kedua menu tersebut akan menjadi produk permanen. Ricky mengungkapkan Yuka juga telah menyiapkan beberapa racikan lain yang berpotensi diluncurkan apabila antusiasme konsumen sesuai harapan.
Kolaborasi dengan Yuka dipilih karena dinilai sejalan dengan strategi rebranding Teh Kotjok yang dilakukan sejak 2023 untuk menghadirkan citra merek yang lebih segar dan dekat dengan kalangan muda.
“Yuka memiliki basis penggemar yang kuat di kalangan Gen Z dan sangat cocok dengan branding baru Teh Kotjok yang lebih fresh dan lebih muda,” kata Ricky.
Peluncuran produk dilakukan di gerai Supermal Karawaci yang merupakan salah satu outlet tertua Teh Kotjok sekaligus berdekatan dengan wilayah domisili dan basis penggemar Yuka.
Sementara itu, Yuka Theo mengaku sempat khawatir acara peluncuran tidak mendapat sambutan dari para penggemarnya meski telah mengumumkan kegiatan tersebut melalui media sosial. Namun, ia menyebut antusiasme pengunjung melampaui ekspektasi.
“Ratusan lebih ada, sekitar 200 orang hadir. Senang sekali melihat respons mereka,” ujar Yuka.
Yuka menjelaskan kedua menu tersebut dirancang sesuai preferensinya yang menyukai minuman teh dengan tingkat kemanisan yang lebih ringan. Varian Osmanthus dipilih karena menawarkan aroma bunga yang khas tanpa menghilangkan cita rasa teh, sementara tingkat kemanisan dapat disesuaikan dengan selera konsumen.
Ia juga membuka peluang untuk menghadirkan kolaborasi lanjutan bersama Teh Kotjok apabila kedua menu tersebut memperoleh respons positif dari pasar.





